Senja mengawali segalanya. Hampir 6 tahun waktu yang dibutuhkan hati untuk meyakini bahwa ternyata rasa itu tak pernah pudar.
Pertemuan di bangku kuliah. Rasa yang semakin hari semakin subur. Sakit.. Benar-benar sakit ternyata memendam rasa.
Namun, berkat pertolongan Nya, alhamdulillah kita berhasil melewati.
Saat ini Allah takdirkan kita untuk melanjutkan kehidupan bersama. Dengan segala proses yang penuh berkah (alhamdulillah) tidak ada lagi rintangan untuk saling mengumbar rasa.
Imam ku, sungguh rasa ini teramat lama ku pendam. Sungguh rindu ini teramat dalam terkubur. Satu tekad di hati ku, akan ku jadikan diri ini pendamping terbaik untuk mu.
Terimakasih telah mengambil keputusan terindah ini. Terimakasih telah memprioritaskan diri ini. Ku tahu, banyak kelemahan ku, beri aku waktu.. Waktu untuk belajar. Waktu untuk memperbaiki semua kelemahan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar